SEMANGAT BELAJAR DENGAN YEL-YEL

Posted in ARTIKEL on Januari 10, 2009 by imamasyk


Belajar berkompetisi secara team memerlukan banyak hal untuk membangun semangat untuk belajar. Salah satunya dengan yel-yel yang dapat membangkitkan gairah dan motivasi untuk maju dan peercaya diri.

Iklan

PISAH KENANG KELAS KHUSUS 2008

Posted in KELAS KHUSUS SMARI EKA on Januari 10, 2009 by imamasyk


Sebagai ucapan rasa syukur dan terima kasih dari keluarga besar Kelas Khusus SMARI EKA, menggelar acara Pisah Kenang Angkatan III di Hotel Nirmawa Nganjuk pada tanggal 22 Juni 2008…Siipp….

LOMBA YEL….Hey siapa takuTtt…

Posted in KELAS KHUSUS SMARI EKA on Januari 8, 2009 by imamasyk


Mencoba mengekspresikan kreasi team dalam kompetisi yang segar n full ceriA tanpa beBAN… Siapa TakUTtt…..Sippp….

BERMAIN UNTUK BELAJAR

Posted in KELAS KHUSUS SMARI EKA on Januari 8, 2009 by imamasyk


Permainan itu menyenangkan…. Dengan rasa senang maka semua akan mudah…. Belajar fisikapun mudah…. n tambah asyik…tu…. mau coba….???

CERITA MAKNA KELAS KHUSUS

Posted in KELAS KHUSUS SMARI EKA on Januari 5, 2009 by imamasyk

SENYUM ALUMNI

Perjalanan mulia yang penuh tantangan dan harapan, sangatlah berkesan….. Penuh canda dan tawa, sedih, haru… bahkan terkadang harus menguras energi….. Luar biasa…. Sebuah Perjuangan anak bangsa yang ingin meraih SUKSES….. Selamat berjuang…. Gapai citamu setinggi yang kamu bisa… Doa ayah untuk kalian semua….. Kenang almamatermu…. Kampus… SMARI EKA Nganjuk

Jangan merasa bangga sebelum merasakan nikmatnya perjuangan meraih cita

Tetaplah menjadi dirimu seutuhnya

Yakin bahwa Allah pasti memberi yang terindah untuk kita

Dan yang perlu diingat…. bahwa…

Kita tak akan pernah berarti apa-apa tanpa bantuan orang lain

Teruslah tersenyum….. untuk Indonesia….

kk-2ariskk-07-08sastikakk-12kk-31jayusrame-2ririesbuskk-jatim-park-1tornadorame-3juara-wisudawisudawanfavorit-wisudasastikayahp-gatottamu-1ririsibu-gurupenyubaspak-dultarirame2kop-phl-10



EMBRIO KELAS KHUSUS

Posted in ARTIKEL on Januari 5, 2009 by imamasyk

Antara Harapan Dan Tantangan

Berangkat dari sebuah obsesi untuk memajukan pendidikan di kampus SMARI EKA, khususnya di bidang akademik maka sejak 6 September 2004 telah terbentuk Kelas Khusus yaitu kleas X-9 dan II-9. Konsep Kelas Khusus sendiri sebenarnya telah mengemuka sejak tahun ajaran 2003-2004 yang lalu. Dengan segala daya dan potensi yang ada, maka konsep Kelas Khusus terus digodog dan dimatangkan secara marathon oleh sebuah tim yang telah dibentuk sebelumnya, tentunya dengan memperhatikan semua masukan yang ada. Dengan satu tekad mewujudkan Kelas Khusus sebagai suatu terobosan pendidikan untuk menghasilkan output pendidikan yang optimal.

Ide Kelas Khusus

Konsep Kelas Khusus sendiri sebenarnya bukanlah sesuatu yang eksklusif, tetapi hanyalah sekedar mengkolaborasikan semua potensi maksimal ke dalam satu wadah yang kondusif sehingga diharapkan akan menghasilkan siswa yang cemerlang dalam prestasi akademik, santun dalam etika dan tingkah laku serta tangkas dalam olah ketrampilan. Adapun potensi itu adalah :

1. Potensi akademik siswa di atas rata-rata (melalui tes akademik dasar)

2. Sarana pendidikan yang lebih memadai dan menunjang proses belajar mengajar

3. Proses pendidikan yang lebih kondusif (pembelajaran yang menggairahkan)

Dengan konsep dasar semacam itulah maka Kelas Khusus harus dibuat berbeda dari kelas reguler. Perbedaan itu antara lain :

1. Sarana kelas, didesain sedemikian rupa sehingga membuat siswa betah berlama-lama dan enjoy dalam belajar

2. Jam tambahan sepulang sekolah selama tiga hari seminggu (sampai jam 15.30)

3. Proses belajar mengajar yang mengedepankan pada penggalian kesadaran belajar dengan basic Kooperatif Learning dan Quantum Learning dengan panduan Team Teaching

4. Managemen penanganan pendidikan yang lebih prima

5. Pembeayaan yang lebih dari kelas reguler (tidak semua siswa dikenakan beaya pendidikan yang sama, tergantung dari kemampuan ekonominya)

6. Studi Lapangan Komprehensif (sementara dilakukan tiap triwulan)

Kelas Khusus juga dalam rangka memenuhi harapan sebagian masyarakat (orang tua/wali) agar anaknya yang notabene berkemampuan lebih, untuk mendapat pelayanan pendidikan dalam porsi yang lebih juga dengan tanpa mengabaikan atau mengurangi porsi standart dari kelas reguler. Jadi keberadaan Kelas Khusus bukan dalam arti mendiskriminasikan siswa-siswa tertentu, tetapi justru memberikan porsi yang layak bagi seluruh siswa sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Tentu banyak kendala dan kekurangan yang harus segera diantisipasi dalam rangka mengamankan dan melancarkan jalannya Kelas Khusus agar tepat mencapai sasaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Di sinilah perlunya mengapa tiap akhir bulan selalu diadakan eveluasi dan koordinasi dari seluruh team, termasuk Kepala Sekolah dan semua guru yang terlibat dalam pengajaran di Kelas Khusus. Dari situ akan banyak sharing problem dan masalah, sekaligus titik temu dan solusi yang harus diambil. Oleh karena itu perlu saling merapatkan barisan dan meluruskan shof dari seluruh komponen SMARI EKA, agar langkah awal yang baik ini dapat terus berkesinambungan sehingga citra Kelas Khusus ke depan dapat berjalan lebih baik.

Untuk penerimaan murid baru tahun ajaran 2005-2006, keberadaan Kelas Khusus harus sudah tersosialisasikan dengan baik ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga anemo dan antusias masyarakat (khususnya lulusan SMP) terhadap Kelas Khusus tinggi. Idealnya, satu ruang Kelas Khusus tidak lebih dari 26 siswa, sehingga penanganan dan pengawasan terhadap perkembangan potensi dan evaluasi sebagai alat kontrol akan lebih efektif. Dengan sistem seleksi yang komprehensif dan integrited , diharapkan profil siswa ideal sebagai output Kelas Khusus dapat segera terwujud.

SEUNTAI HARAPAN

Output Kelas Khusus sebagai ujung tombak prestasi akademik, telah dimulai dengan pengkaderan sekaligus perintis duta-duta Olimpiade Fisika 2006, diambil 7 (tujuh) orang yang seluruhnya dari Kelas Khusus (5 orang dari kelas X-9 dan 2 orang dari II-9), dengan harapan akan membuahkan Fisikawan-fisikawan yang mampu berlaga dan berprestasi di tinggkat kabupaten, propinsi dan nasional atau bahkan tingkat internasional. Begitu juga untuk olimpiade Matematika, Biologi, Kimia dan komputer, sebagian besar berasal dari Kelas Khusus. Belum lagi mereka yang berperan sebagai aktivis OSIS dan pengurus berbagai ektra. Ini semua menjadi gambaran bagi kita bersama bahwa profil Kelas Khusus benar-benar dapat diharapkan hasilnya.

STUDI AKADEMIK

Sebagai gambaran, hasil dari Studi Akademik 8 Desember 2004 yang lalu ke daerah Surabaya dan sekitarnya diikuti oleh seluruh siswa Kelas Khusus ditambah 17 aktivis OSIS / Jurnalis dan 18 orang guru pendamping, termasuk di dalamnya Kepala Sekolah dan Waka Kurikulum, diharapkan mampu menyerap dan merubah paradigma pendidikan lama menuju era pendidikan baru yang lebih akurat.

Ketika rombongan berada di SMA Negeri 5 Surabaya (SMALA), kita mendapatkan banyak hal yang dapat dijadikan sebagai cermin diri untuk segera berbenah dan mereformasi diri (self reform), baik bagi guru, siswa maupun sekolah secara umum agar potret sekolah idaman dapat segera terwujud.

Selepas dari SMALA, rombongan meluncur ke Sidoarjo guna mengamati dari dekat koleksi Musium Mpu Tantular. Berbagai koleksi dipajang, mulai dari peninggalan sejarah jaman Hindu Budha, koleksi budaya sampai koleksi aplikasi IPTEK yang berada di lantai dua. Dengan penuh suka cita penuh heran dan kekaguman, para siswa menggali informasi sekaligus bermain dengan koleksi aplikasi sederhana dari berbagai pengetahuan dasar, khususnya matematika dan fisika. Peserta betul-betul merasa enjoy dan tertantang untuk berkarya lebih lanjut seusai kembali ke kampus tercinta….. SMARI EKA

Kemudian dilanjutkan ISHOMA di Alon-alon dan masjid Agung Sidoarjo dan berikutnya menikmati perjalanan ke Ramayana Departement Store. Banyak hal yang teramati dari aplikasi ekonomi dan managemen, sekaligus sebagai ajang belanja sekedar oleh-oleh dan cindera mata. Menjelang Maghrib rombongan melanjutkan perjalanan ke Jantung JAWA POS dan JTV di lantai 21 Graha Pena Surabaya untuk mengamati dari dekat proses pembuatan suratkabar hingga penyiaran TV (Pas siaran berita POJOK KAMPUNG berlangsung). Dari sini tampaknya peserta baru menyadari bahwa begitu rumit dan mengasyikannya proses jurnalistik berkembang dan dikemas hingga menjadi berita yang enak untuk dinikmati. Setelah itu perjalanan yang melelahkan harus berakhir di Kampus SMARI EKA sekitar tengah malam. Sebagai kompensasi, peserta diharapkan membuat laporan tertulis dari apa yang telah dilihat dan di amati selama kunjungan studi lapangan berlangsung.

Tugas berat yang perlu mendapat prioritas saat ini adalah bagaimana menyiapkan mental peserta didik di Kelas Khusus agar menyadari bahwa potensi diri yang telah dikaruniakan oleh Yang Maha Kuasa dapat dibina, dikembangkan dan tersalur secara optimal dan benar, sehingga mereka mau dan mampu beradaptasi dengan harapan dan tujuan keberadaannya di Kelas Khusus. Ke depan….. peserta didik di Kelas Khusus harus sudah merasakan bahwa “Belajar adalah suatu kebutuhan primer yang harus dipacu dari dirinya sendiri” sehingga keberadaan guru, buku, sarana dan fasilitas lainnya hanyalah sebagai fasilitator keberhasilan dan kesuksesan.

Untuk anak-anakku tercinta…….

Satukan niat – Bulatkan tekad – Kobarkan semangat – Pastikan langkah
Raih Prestasi di Bhumi SMARI EKA
Selamat berkarya – Kami menanti sumbangsih nyata prestasimu

Buatlah Kampus ini Tersenyum Bangga Karenamu

Satu Hati...

Satu Hati...


By : I. Abdul Syukur

SMARI EKA NGANJUK

Asas Black Pendidikan

Posted in ARTIKEL on Januari 2, 2009 by imamasyk

bayu-11

Senyum GemeZz.....

Konon…. di Jepang, negara yang pernah luluh lantah akibat bom atom di tahun 1945 itu, kini sudah mampu bangkit menjadi sebuah negara yang sangat diperhitungkan, baik dari segi budayanya yang sangat mengakar, patriotisme yang tak disangkal lagi, product perdagangan yang sempat membuat pusing negara-negara barat dan sekutunya, kemajuan IPTEK yang luar biasa dan juga pendidikan yang mulai banyak dilirik oleh negara-negara lain khususnya di Asia. Bagaimana tidak….!!?? Terkadang kita merasa iri dan patut acungkan jempol, dengan semangat juang yang tak kenal putus asa dari seluruh elemen bangsa Matahari Terbit itu. Belum lagi proses dan mutu pendidikan yang relatif sama antara sekolah-sekolah di pusat kota dengan sekolah-sekolah yang jauh dari keramaian. Masyarakat mendapatkan menu pendidikan yang berkualitas sama dalam standart yang selalu inovatif dan up to date sehingga tidak heran kalau kemudian Jepang terlihat sebagai bangsa yang seperti sekarang ini.

Salah satu kunci keberhasilan pendidikan di Jepang adalah apa yang disebut jugyokenkyu (asal kata jugyo berarti lesson atau pembelajaran dan kenkyu yang berarti study atau research atau pengkajian) yang kemudian kita kenal luas sebagai LESSON STUDY yang berarti penelitian atau pengkajian terhadap pembelajaran. Kajian tentang Lesson Study sudah diawali di Jepang sejak satu abad yang lalu dan hasilnya sekarang sungguh sangat luar biasa. Barangkali ini bisa menjadi cemeti kecil yang akan mampu menjadi motivasi dan motor ekstra untuk menggerakkan keterlenaan kita sebagai guru dan pendidik dari kubangan stagnasi yang yang menjebak. Terkadang kita terjebak dengan sanjungan dan pujian yang terlanjur melekat pada diri kita sehingga kita beranggapan bahwa kita sudah baik atau bahkan merasa terbaik sehingga tidak perlu lagi belajar, tidak perlu lagi melakukan reseach terhadap apa yang kita lalukan pada anak didik. Atau yang lebih runyem lagi kalau kita kaitkan dengan imbalan materi ataupun reward yang kurang memadai antara guru yang kreatif (baca serius) dengan guru yang sewajarnya. Praktis itu akan lebih menambah beban bagi kita sebagai pendidik untuk tidak dapat berkreasi dan berkarya lebih dalam di dunia pendidikan yang kita cintai ini.

Lepas dari itu semua….., Lesson Study bolehlah kita anggap sebagai tantangan menggairahkan penuh pesona yang harus kita laksanakan dan taklukkan, bukan untuk diperdebatkan atau dikeluhkan, karena penulis yakin bahwa energi yang kita lepaskan untuk melakukan pengkajian terhadap proses pembelajaran tidak akan pernah sia-sia. Pasti ada perubahan…minimal perubahan bagi diri kita sendiri untuk tampil lebih baik di dunia pendidikan sebagai sumbangsih kecil kita untuk negeri dan anak bangsa tercinta ini. Kapan lagi kita mau memulai? Haruskan menunggu komando atau sentuhan proyek negara?

Penulis bukanlah pakar Lesson Study, penulis hanyalah seorang guru biasa yang punya sedikit semangat untuk maju bersama teman-teman pendidik lainnya. Marilah kita duduk semeja menyisihkan sedikit waktu untuk membuat persiapan pembelajaran besuk pagi dengan membuat RPP sederhana misalnya, membicarakan materi-materi esensial dan berdiskusi untuk menentukan metode dan strategi pembelajaran yang menawan yang bisa membuat peserta didik bergairah belajar dengan penuh antusias dan gaul (baca menyenangkan) walau sudah memasuki jam-jam akhir, kemudian esok pagi kita tampil di depan kelas dengan semangat dan enerjik membawakan drama pendidikan yang menawan, sementara teman-teman sejawat (baca guru) memantau ketokohan kita dalam membawakan skenario, dengan memperhatikan seberapa jauh efektifitas peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dengan tanpa mengusik atau mengganggu jalannya proses pembelajaran sambil mencatat semua keanehan dan kejanggalan yang posisitif ataupun negatif yang kemudian setelah pembelajaran usai, kita bersama teman-teman guru berdialog sekali lagi untuk melakukan refleksi terhadap jalannya proses pembelajaran tadi dengan semangat kekeluargaan dan keinginan untuk maju bersama sehingga ke depan akan diperoleh maha karya pembelajaran yang bisa diharapkan dapat ditunai hasilnya oleh anak cucu kita. Amin. Diperlukan kearifan dan kebesaran jiwa untuk dapat menerima masukan dan saran dari teman-teman selama proses diskusi berlangsung. Itu yang di Lesson Study dikenal dengan tahapan Plan (merencanakan), Do (melaksanakan) dan See (refleksi).

Ini semua butuh keseriusan dan kesabaran. Penulis lebih senang menyebut sebagai tantangan yang harus ditaklukan. Seberapapun beratnya langkah untuk mengawali dan melaksanakan Lesson Study ini, sungguh terasa ringan dan mempesonakan kalau kita mau dan mampu melaksanakannya dengan hati senang dan lapang penuh keiklasan dalam nuansa kebersamaan, saling menghargai dan menghormati. Dan yang pasti……kita berharap hasil yang luar biasa dari setiap usaha pendidikan sebagai kebanggaan seorang pendidik.

Sebagai referensi, kita bisa melihat SMA Lab UM Malang, di tahun keempat pelaksanaan Lesson Study, buah kerja kerasnya sudah mampu ditunai dengan indah. Sebagai salah satu sekolah swasta yang relatif muda usianya dan input siswa yang relatif rendah, notabene sisa dari siswa yang tidak diterima di sekolah menengah negeri, tetapi karena proses yang menakjubkan, mereka mampu mengantarkan siswa-siswinya ke pintu gerbang kampus perguruan tinggi favorit yang diminatinya. Penulis yakin kita semua pendidik juga ingin berbuat yang terindah untuk anak didiknya, dan tak ada jeleknya kita mencoba berbuat sesuatu dari sekedar diam menunggu berita sertifikasi atau mengeluhkan dan menyesali kenaikan BBM.

Kalau sejumlah air panas (suhu tinggi) di campur dengan air dingin (suhu rendah) maka akan kita dapatkan air hangat (suhu sedang). Ilustrasi sederhana ini yang dikenal di Fisika sebagai asas Black. Artinya… energi panas yang dilepaskan oleh air panas yang bersuhu lebih tinggi akan di serap oleh air dingin yang bersuhu lebih rendah sehingga dicapai suhu kesetimbangan sebagai air hangat yang nyaman untuk mandi dan menyegarkan badan. Lesson Study ini yang menurut penulis sebagai aplikasi sederhana dari asas Black dalam dunia pendidikan. Saling memberi dan menerima informasi untuk kemajuan bersama…..Siiiipp…..!!?


Kapan kita harus memulai ? SEKARANG…!!!

Drs. I. Abdul Syukur

Guru Fisika SMA Negeri 1 Nganjuk