KIAMAT, SURGA DAN NERAKA ALA FISIKA

Keyakinan akan datangnya hari hari kiamat, kenikmatan yang ada di surga dan panasnya bara api neraka sebagai buah dari segala perilaku dan amalan umat manusia sudah tidak dapat dibantah lagi adanya. Pasti dan akan nyata. Itulah ajaran yang ada pada setiap agama, sehingga tidak perlu lagi untuk dipertentangkan. Sebagai umat beragama, kita juga wajib untuk merenungkan dan berfikir apa dan kenapa bisa demikian. Analisa secara fisika berikut semoga menjadikan kita lebih mantab dan yakin akan keagungan Sang Maha Pencipta.

ANHILASI DAN MATERIALISASI

Di fisika ada konsep tentang hukum kekekalan energi, dikatakan bahwa “energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya bisa berubah bentuk”. Artinya bahwa energi itu bersifat kekal adanya. Inilah salah satu hukum alam yang sangat fundamental. Sebagai contoh sederhana, pada kipas angin terjadi perubahan dari energi listrik menjadi energi gerak, pada rice cooker terjadi perubahan energi listrik menjadi energi panas dan sebagainya.

Dari konsep yang sangat sederhana itu, akhirnya kita menjadi yakin dan sadar bahwa apapun yang kita kerjakan, dan pastinya memerlukan energi, maka energi itu tidak akan pernah hilang begitu saja. Energi itu akan tetap ada walaupun sudah sekian waktu yang lalu kita kerjakan. Energi positif, sebagai energi yang kita lepaskan sewaktu berbuat kebaikan dan amal, baik yang berupa materi, waktu, uang, tenaga ataupun hanya sekedar saran, ucapan atau senyum saja, maka semuanya itu akan terkumpul dan menjelma sebagai pahala. Sebaliknya energi negatif, sebagai energi yang kita lepaskan untuk berbuat kejelekan dan mungkar, walaupun hanya sekedar ucapan lesan yang menyinggung perasaan orang lain atau hanya niat sekalipun, maka energi itu akan terkumpul dan menjelma sebagai dosa.

Bagaimana dosa bisa bermuara di neraka dan pahala berbuah di surga? Sebagai gambaran sederhana, ambil satu kilogram kayu bakar, kemudian kita bakar. Maka kita akan dapatkan energi panas (kalor). Setelah padam yang tersisa tinggal abu dan arang. Coba timbang lagi, pasti abu dan arang tersebut massanya kurang dari satu kilogram. Kemana hilangnya??? Inilah yang di fisika dikenal dengan massa defek (defect mass), artinya massa yang hilang dan berubah menjadi energi. Proses ini oleh Einstein dikenal dengan istilah anhilasi.

Berapa besarnya energi yang dihasilkan dari anhilasi itu??? Lagi-lagi Einstein memberikan formula kesetaraan antara massa dan energi dengan persamaan E = mc2, di mana E = energi, m = massa defek dan c=kecepatan cahaya di vakum = 300.000.000 m/s (tiga ratus juta), berarti c2 = 9 x 1016 m2/s2. Kita bisa bayangkan andai kita makan ato minum makanan yang bukan hak kita atau makan dari hasil korupsi misalnya, sebanyak 1 kg saja, maka energi kalor hasil anhilasi itu adalah E = 1 kg x 9 x 1016 m2/s2 = 9 x 1016 joule. Allahu akbar….. 9 dengan nol sebanyak 16. (Bagaimana membacanya??)

Padahal energi untuk mendidihkan 1 kg air dari suhu 20 oC dibutuhkan hanya sekitar 336.000 joule. Berarti 9 x 1016 joule buah dari korupsi 1 kg makanan setara dengan energi yang dapat mendidihkan 2.679 milyar kg air atau sekitar 26,79 juta truk tangki BBM @ 10 ribu liter..Kalau misalnya 1 truk panjangnya 10 m, maka akan ada sekitar 267 ribu km truk yang berjajar (=267 x jarak jakarta-banyuwangi) Subhanallah….. Berapa kg dosa kita….??????

Begitu juga sebaliknya, kalau massa atau materi bisa berubah menjadi energi, maka energi juga bisa menjadi materi. Ini yang dikenal dengan istilah materialisasi. Kumpulan energi positif dalam bentuk pahala akan dapat berubah menjadi kenikmatan yang luar biasa, dan itu akan bisa dinikmati di surga. Pertanyaannya…. kita mau menabung energi panas atau berharap kenikmatan yang dijanjikanNYA??

Sampai-sampai manusia diperingatkan dan seakan ditantang oleh Yang Maha Kuasa…. Berbuatlah semaumu… sekuat kamu mampu menahan panasnya nerakaKU… terus kita mau apa lagi…..??? Angkuh yang bagaimana??

KIAMAT DAN GRAVITASI

Kalau ada dua benda bermassa dan terpisah pada tertentu, maka akan selalu timbul gaya atraksi atau gaya tarik menarik yang disebut gaya gravitasi yang besarnya sebanding dengan massa masing-masing dan berbanding terbalik dang kuadrat jaraknya. Pernyataan ini dikenalkan oleh Newton sebagai gaya gravitasi yang dirumuskan dengan dengan G = 6,67×10-11 Nm2/kg2. Konsep ini yang mampu menjawab kenapa benda-benda angkasa (planet, satelit dsb) bergerak mengelilingi matahari dalam orbit tertentu.

Jawaban sederhana ya karena adanya pengaruh gaya gravitasi matahari, di mana matahari memiliki massa yang terbesar diantara benda langit lainnya dalam keluarga tatasurya, maka berdasar konsep Newton di atas jelas bahwa gravitasi matahari adalah yang terbesar sehingga semuanya harus tunduk dan mengitarinya (dikenal dengan konsep Heliosentris). Bagaimana dengan Allahu Akbar (Allah maha besar), dzat yang maha kekal. Tentunya semua yang ada di alam semesta ini haruslah tunduk, takluk dan thowaf padaNYA. (andai boleh penulis sebut Allah sentris)

Apa hubungan Kiamat dan gravitasi? Setiap saat matahari memancarkan sinarnya sebagai sumber energi kehidupan di jagat raya ini. Sementara energi panas yang terpancar adalah hasil dari energi termonuklir reaksi fusi (reaksi penggabungan inti ringan hidrogen menjadi helium) yang terjadi di matahari. Sebagai gambaran, 1 gram hidrogen menghasilkan kalor atau panas sebesar 642 milyar joule. Artinya, setiap saat massa matahari akan berkurang seiring perubahan energi termonuklir tersebut dan pada suatu saat pasti akan habis dan padam, sehingga kendali matahari terhadap benda-benda langit lewat gaya gravitasipun ikut lemah dan musnah. Maka saat itulah tatanan tatasurya akan berubah dari keteraturan dan gambaran akan terjadinya tabrakan antar benda angkasa pasti tidak akan terelakkan. Kiamat……

Semoga kita termasuk golongan umat yang selamat dan menjadi ahli surga…. Amiin….

22 Desember 2008

Drs. I. Abdul Syukur

Guru Fisika SMAN 1 Nganjuk

3 in 1 sippp.....
3 in 1 sippp…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: