Asas Black Pendidikan

bayu-11

Senyum GemeZz.....

Konon…. di Jepang, negara yang pernah luluh lantah akibat bom atom di tahun 1945 itu, kini sudah mampu bangkit menjadi sebuah negara yang sangat diperhitungkan, baik dari segi budayanya yang sangat mengakar, patriotisme yang tak disangkal lagi, product perdagangan yang sempat membuat pusing negara-negara barat dan sekutunya, kemajuan IPTEK yang luar biasa dan juga pendidikan yang mulai banyak dilirik oleh negara-negara lain khususnya di Asia. Bagaimana tidak….!!?? Terkadang kita merasa iri dan patut acungkan jempol, dengan semangat juang yang tak kenal putus asa dari seluruh elemen bangsa Matahari Terbit itu. Belum lagi proses dan mutu pendidikan yang relatif sama antara sekolah-sekolah di pusat kota dengan sekolah-sekolah yang jauh dari keramaian. Masyarakat mendapatkan menu pendidikan yang berkualitas sama dalam standart yang selalu inovatif dan up to date sehingga tidak heran kalau kemudian Jepang terlihat sebagai bangsa yang seperti sekarang ini.

Salah satu kunci keberhasilan pendidikan di Jepang adalah apa yang disebut jugyokenkyu (asal kata jugyo berarti lesson atau pembelajaran dan kenkyu yang berarti study atau research atau pengkajian) yang kemudian kita kenal luas sebagai LESSON STUDY yang berarti penelitian atau pengkajian terhadap pembelajaran. Kajian tentang Lesson Study sudah diawali di Jepang sejak satu abad yang lalu dan hasilnya sekarang sungguh sangat luar biasa. Barangkali ini bisa menjadi cemeti kecil yang akan mampu menjadi motivasi dan motor ekstra untuk menggerakkan keterlenaan kita sebagai guru dan pendidik dari kubangan stagnasi yang yang menjebak. Terkadang kita terjebak dengan sanjungan dan pujian yang terlanjur melekat pada diri kita sehingga kita beranggapan bahwa kita sudah baik atau bahkan merasa terbaik sehingga tidak perlu lagi belajar, tidak perlu lagi melakukan reseach terhadap apa yang kita lalukan pada anak didik. Atau yang lebih runyem lagi kalau kita kaitkan dengan imbalan materi ataupun reward yang kurang memadai antara guru yang kreatif (baca serius) dengan guru yang sewajarnya. Praktis itu akan lebih menambah beban bagi kita sebagai pendidik untuk tidak dapat berkreasi dan berkarya lebih dalam di dunia pendidikan yang kita cintai ini.

Lepas dari itu semua….., Lesson Study bolehlah kita anggap sebagai tantangan menggairahkan penuh pesona yang harus kita laksanakan dan taklukkan, bukan untuk diperdebatkan atau dikeluhkan, karena penulis yakin bahwa energi yang kita lepaskan untuk melakukan pengkajian terhadap proses pembelajaran tidak akan pernah sia-sia. Pasti ada perubahan…minimal perubahan bagi diri kita sendiri untuk tampil lebih baik di dunia pendidikan sebagai sumbangsih kecil kita untuk negeri dan anak bangsa tercinta ini. Kapan lagi kita mau memulai? Haruskan menunggu komando atau sentuhan proyek negara?

Penulis bukanlah pakar Lesson Study, penulis hanyalah seorang guru biasa yang punya sedikit semangat untuk maju bersama teman-teman pendidik lainnya. Marilah kita duduk semeja menyisihkan sedikit waktu untuk membuat persiapan pembelajaran besuk pagi dengan membuat RPP sederhana misalnya, membicarakan materi-materi esensial dan berdiskusi untuk menentukan metode dan strategi pembelajaran yang menawan yang bisa membuat peserta didik bergairah belajar dengan penuh antusias dan gaul (baca menyenangkan) walau sudah memasuki jam-jam akhir, kemudian esok pagi kita tampil di depan kelas dengan semangat dan enerjik membawakan drama pendidikan yang menawan, sementara teman-teman sejawat (baca guru) memantau ketokohan kita dalam membawakan skenario, dengan memperhatikan seberapa jauh efektifitas peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dengan tanpa mengusik atau mengganggu jalannya proses pembelajaran sambil mencatat semua keanehan dan kejanggalan yang posisitif ataupun negatif yang kemudian setelah pembelajaran usai, kita bersama teman-teman guru berdialog sekali lagi untuk melakukan refleksi terhadap jalannya proses pembelajaran tadi dengan semangat kekeluargaan dan keinginan untuk maju bersama sehingga ke depan akan diperoleh maha karya pembelajaran yang bisa diharapkan dapat ditunai hasilnya oleh anak cucu kita. Amin. Diperlukan kearifan dan kebesaran jiwa untuk dapat menerima masukan dan saran dari teman-teman selama proses diskusi berlangsung. Itu yang di Lesson Study dikenal dengan tahapan Plan (merencanakan), Do (melaksanakan) dan See (refleksi).

Ini semua butuh keseriusan dan kesabaran. Penulis lebih senang menyebut sebagai tantangan yang harus ditaklukan. Seberapapun beratnya langkah untuk mengawali dan melaksanakan Lesson Study ini, sungguh terasa ringan dan mempesonakan kalau kita mau dan mampu melaksanakannya dengan hati senang dan lapang penuh keiklasan dalam nuansa kebersamaan, saling menghargai dan menghormati. Dan yang pasti……kita berharap hasil yang luar biasa dari setiap usaha pendidikan sebagai kebanggaan seorang pendidik.

Sebagai referensi, kita bisa melihat SMA Lab UM Malang, di tahun keempat pelaksanaan Lesson Study, buah kerja kerasnya sudah mampu ditunai dengan indah. Sebagai salah satu sekolah swasta yang relatif muda usianya dan input siswa yang relatif rendah, notabene sisa dari siswa yang tidak diterima di sekolah menengah negeri, tetapi karena proses yang menakjubkan, mereka mampu mengantarkan siswa-siswinya ke pintu gerbang kampus perguruan tinggi favorit yang diminatinya. Penulis yakin kita semua pendidik juga ingin berbuat yang terindah untuk anak didiknya, dan tak ada jeleknya kita mencoba berbuat sesuatu dari sekedar diam menunggu berita sertifikasi atau mengeluhkan dan menyesali kenaikan BBM.

Kalau sejumlah air panas (suhu tinggi) di campur dengan air dingin (suhu rendah) maka akan kita dapatkan air hangat (suhu sedang). Ilustrasi sederhana ini yang dikenal di Fisika sebagai asas Black. Artinya… energi panas yang dilepaskan oleh air panas yang bersuhu lebih tinggi akan di serap oleh air dingin yang bersuhu lebih rendah sehingga dicapai suhu kesetimbangan sebagai air hangat yang nyaman untuk mandi dan menyegarkan badan. Lesson Study ini yang menurut penulis sebagai aplikasi sederhana dari asas Black dalam dunia pendidikan. Saling memberi dan menerima informasi untuk kemajuan bersama…..Siiiipp…..!!?


Kapan kita harus memulai ? SEKARANG…!!!

Drs. I. Abdul Syukur

Guru Fisika SMA Negeri 1 Nganjuk

Satu Tanggapan to “Asas Black Pendidikan”

  1. Uraiannya jangan panjang-panjang, sulit mengikutinya. Maklum gaptek.

    Selamat berbagi.

    Saya malah belum buka blog khusus yang hanya membahas fisika.

    Selamat berkarya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: