Permainan & Ekspresi Seni Dalam Fisika

Fisika……. sebagai salah satu pelajaran yang dianggap sulit atau bahkan momok bagi sebagian besar siswa SMP dan SMA. Ini terbukti dengan masih banyaknya keluhan siswa dan rendahnya nilai ujian untuk mata pelajaran tersebut, di samping pelajaran matematika, kimia dan bahasa Inggris. Hal ini juga yang mungkin menjadi pemicu larisnya bimbingan belajar ataupun privat les untuk mata pelajaran di atas.

pbm-21pbm-35kk-3

pbm-4kk-11mob-1

CeriA… seManGaT…KompaK…SeriUss…enjOY…n… suKseSS..

Dengan realita semacam itulah maka kita sebagai guru mata pelajaran yang dianggap momok, harus pandai-pandai mengemas sajian pembelajaran kita sehingga menjadi suguhan yang mengundang nafsu belajar (baca : mengasyikkan) atau bahkan menjadi menu tantangan yang menawan bagi peserta didik untuk lebih bergairah menekuni dan menikmatinya seperti halnya menikmati syahdunya alunan musik yang mendayu.

Penulis yakin sudah banyak upaya dan kreativitas yang sudah dicoba oleh rekan-rekan guru untuk dapat membuat pembelajaran senyaman mungkin sehingga dapat dinikmati dengan indah oleh peserta didik. Dalam hal ini penulis ingin berbagi sedikit pengalaman dalam mengeksplor Fisika di tengah kejenuhan dan kelesuan siswa sebagai peserta didik. Karena kita sadar bahwa dengan segala keterbatasan yang dimiliki, tidak semua anak didik kita interes dan suka pada pelajaran kita.

Berangkat dari filosofi sederhana bahwa “semua permainan itu menyenangkan, dan kalau dilakukan dengan senang maka semua akan terasa mudah”. Dan salah satu hal yang disuka oleh anak adalah bermain dan seni. Oleh karena itu penulis mencoba memasukkan unsur bermain dan seni itu kedalam dunia fisika dengan harapan fisika akan terbawa menjadi bagian permainan yang menyenangkan bagi anak didik sehingga tanpa terasa fisika akan terlarut dalam kemudahan.

Alhamdulillah, penulis sudah mencoba menerapkan model pembelajaran semacam ini beberapa kali (baca 4 tahun) untuk materi-materi fisika tertentu dengan variasi kreativitas permainan yang berbeda-beda, dan penulis mengamati suatu kebahagiaan, antusias penuh semangat dan luapan kegembiraan yang luar biasa dari peserta didik, walau terkadang mereka harus mandi keringat, berbasah-basah atau menahan sengatan panasnya matahari dengan tanpa mengurangi kualitas fisikanya. Bahkan terkadang tak jarang anak-anak merasa ketagihan dan minta agar kita melakukan pembelajaran semacam itu lagi.

Yang jelas tidak semua materi dapat kita terapkan seperti ini. Dibutuhkan sedikit kejelian untuk memilih materi yang pas dan kreativitas permainan yang menantang khususnya permainan secara kelompok. Ini dimaksudkan untuk membangun nilai-nilai kebersamaan, kerja sama kelompok, kepemimpinan, rela berkorban, tak mudah putus asa dan keberanian untuk berekspresi dari peserta didik guna mewujudkan the winning team yang tangguh.

Sebagai contoh rangkaian permainan yang pernah Penulis integrasikan dalam pembelajaran Fisika adalah dengan tahapan-tahapan sbb :

Pertama : membuat kelompok.
Kita tentukan dulu Kompetensi Dasar (KD) yang akan kita bahas. Kemudian kita membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Pembagian kelompok secara acak inipun sudah berbau permainan. Misal kita ingin membagi kelas yang beranggotakan 40 siswa menjadi 8 kelompok dan masing-masing kelompok 5 orang. Maka kita siapkan 8 gambar (misal bekas kalender) dan tiap-tiap gambar digunting acak menjadi 5 bagian. Kemudian seluruh siswa kita bawa keluar kelas sambil membawa buku, diktat, LKS, kalkulator dan perlengkapan tulis lain yang diperlukan (sesuai dengan kebutuhan KD).

Gambar yang sudah dipotong-potong secara acak sebanyak jumlah siswa tadi kita sebarkan dan siswa akan berebut, tiap siswa hanya boleh mengambil satu potongan gambar. Selanjutnya siswa disuruh menggabungkan gambar yang dia peroleh tadi dengan potongan gambar temannya yang sesuai hingga terbentuk gambar utuh seperti sebelum di potong. Jadilah 8 kelompok sesuai gambar yang masing-masing beranggotakan 5 orang. Masing-masing kelompok diberi kesempatan berunding untuk memberi nama kelompok dengan nama ilmuwan Fisika, misalnya Newton, Einstein, Galileo, Ohm, dan seterusnya. Permainan ini kalau di Pramuka dikenal dengan “Permainan Besar”. Penulis lebih suka memberi nama “Puzzle”
Kedua : Inti Permainan
Pada tahap ini harus disesuaikan jenis permainan dengan waktu dan indikator yang ingin dicapai. Misalnya cukup hanya 3 indikator, maka kita siapkan 3 permasalahan dengan 3 tipe permainan dari yang paling sederhana hingga permaian yang agak komplek sebagai password untuk dapat mengerjakan. Pada tahap ini kental sekali dengan nuansa kompetisi antar kelompok.

Untuk permasalahan pertama, dibuat permasalahan yang relatif sederhana. Misalnya bentuk pertanyaan konsep yang jawabannya bisa diperoleh dari buku materi. Hanya saja sebelum menjawab permasalahan pertama, kelompok harus dapat melewati rintangan yang sudah kita tentukan lewat instruksi di kertas yang sudah ditempel atau diletakkan pada suatu tempat. (misal di pohon) dengan tulisan : “Buat tulisan nama kelompokmu dari rangkaian daun atau barang bekas di atas lantai atau tanah, seindah mungkin. Setelah selesai, kerjakan pertanyaan yang ada di depan Lab Fisika”. Pertanyaan konsep sudah kita tempelkan di tembok depan Lab Fisika.

Setelah kelompok sudah dapat melewati rintangan dan dapat menyelesaikan permasalahan pertama, dengan segera kelompok tersebut melanjutkan misi kedua dengan tanpa harus menunggu kelompok lain selesai, karena ini bersifat kompetisi. Begitu seterusnya hingga semua permasalahan dapat terselesaikan oleh semua kelompok.

Permasalahan kedua (misal berupa soal), bisa kita letakkan pada jarak sekitar 50 meter dari garis start yang sudah ditentukan. Tiap kelompok bisa menggapai soal tersebut dengan cara membuat rangkaian dari semua yang benda atau barang yang menempel pada dirinya (termasuk tubuhnya sendiri) dengan cara sambung-menyambung hingga dapat mencapai soal tersebut. Siswa dapat memanfatkan ikat pinggang, kaos kaki, sepatu, dompet atau apapun, termasuk merebahkan dirinya sendiri agar dapat menggapai soal. Dari permainan ini dapat kita lihat siapa-siapa anggota kelompok yang rela berkorban demi kelompok agar dapat memenangkan kompetisi. Ini benar-benar dibutuhkan kerja sama kelompok yang baik.

Permasalahan ketiga, boleh dikerjakan jika kelompok sudah bisa membuat sebuah puisi bebas dengan nuansa fisika sesuai dengan KD yang sedang dibahas. Misal, KD tentang gelombang.
Ini salah satu contoh puisi karya siswa :

GELOMBANG CINTA
Ketika aku berjalan dengan kecepatan konstan
Mengejar bayangan gelombang cinta yang kau pancarkan
Menelusuri setiap amplitudomu yang mempesona
Agar aku dapat menangkap frekuensi asmaramu
Dan membuat interferensi dua hati
Dengan resonansi yang indah dan syahdu
Sehingga tercipta periode cinta sejati kita

Karya mereka bisa dipajang di mading atau dibacakan di depan kelas.

Ketiga : Refleksi
Setelah semua kelompok merasa dapat menyelesaikan tugasnya, maka dengan kita pandu, seluruh siswa berkumpul di tempat teduh untuk menyamakan persepsi terhadap penyelesaian yang sudah mereka buat, lewat diskusi bersama (bisa sambil lesehan atau berdiri). Setelah itu diambil kesimpulan dari KD yang sedang dibahas. Jangan lupa memberikan reward kepada kelompok yang unggul, baik yang unggul dalam permainan atau dalam menyelesaikan tugasnya. Di samping itu juga harus kita sampaikan makna atau nilai dan hikmah dari permainan yang baru saja dijalani. Misalnya pada permainan “puzzle” tersirat makna bahwa setiap individu punya peran yang harus dihargai oleh kelompoknya, terbukti andai dalam satu kelompok kurang satu potongan saja, maka gambar itu tidak akan sempurna. Begitu juga nilai-nilai kebersamaan kelompok, kepemimpinan, saling menghargai dan sebagainya. Sehingga siswa tahu betul bahwa permainan ini bukan sekedar bermain tapi juga bermakna mendidik.

Keempat : Refreshing
Ini merupakan penutup. Pada tahap ini dapatnya diciptakan suasana enjoy yang benar-benar fresh untuk menghapus segala kepenatan dan kelelahan sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan. Misal, tiap-tiap kelompok disuruh menciptakan yel-yel kelompok dan ditampilkan di depan teman-temannya sekaligus dipilih secara objektif dan aklamasi mana yel-yel yang terbaik dari masing-masing kelompok. Atau bisa juga siswa disuruh membaca puisi karya mereka tadi.
Setelah tahap ini kita bisa memberi tugas rumah secara individu dan menutup rangkaian pembelajaran dengan aplous dan tetap memberi semangat pada peserta didik dengan keyakinan.

Kalau kita mampu mengemas pembelajaran Fisika dalam bentuk permainan…. amboi…. Penulis yakin Fisika akan menjadi primadona bagi anak didik. Tapi yang perlu diperhatikan adalah perkiraan waktu dengan kemasan permainan dan target indikator yang ingin dicapai. Kalau tidak jeli dalam meminit waktu, dikuatirkan akan terhenti di tengah jalan terpotong oleh suara merdu yang melintas…. yaitu bunyi BEL tanda pelajaran berakhir.

Bisa juga kita merancang permainan yang dapat dilakukan di dalam kelas misalnya dengan permainan kartu soal. Tiap anak kita wajibkan membuat dua soal pilihan ganda dengan buku sumber bebas, asal anak tersebut tahu penyelesaianya. Soal ditulis di kertas seukuran kartu remi. Kemudian kita suruh menempelkan pada kartu remi. Satu kartu, satu soal, sehingga terkumpul sekitar 80 kartu soal dan diberi nomor 1-80. Penyelesaian soal ditulis di buku masing-masing.

Aturan permainannya, Kartu kita bagikan, tiap kelompok mendapat 1 kartu dan sisa kartu si taruh di depan. Tiap kelompok berkompetisi mengerjakan kartu soalnya. Setelah selesai dikerjakan, kartu di tukarkan dengan dengan kartu soal yang ada di depan, sedang kartu yang ditukar tadi tidak boleh dikerjakan oleh kelompok lain. Begitu seterusnya, sehingga kelompok yang cepat mengerjakan akan mendapatkan jumlah soal yang banyak, sedang kelompok yang lambat akan mendapat jumlah soal sedikit. Jadi tiap kelompok mendapatkan jumlah kartu soal yang tidak sama. Permainan berakhir ketika semua soal habis dikerjakan.

Berikutnya, tiap kelompok menuliskan nomor soal dan jawabannya (abjadnya saja) di papan tulis, kemudian di cocokan bersama dengan korektor masing-masing soal adalah pembuatnya sendiri. Tiap kelompok diberi penilaian dengan skor 4 jika jawaban benar dan -1 jika salah. Kelompok yang mendapat nilai terbesar ditentukan sebagai pemenangnya dan mendapat reward, sedang yang belum menang tetap diberikan semangat dan penghargaan atas usahanya.
Permainan dengan kartu soal ini sangat cocok sebagai media latihan menjelang ulangan blok ataupun ulangan semester.

Sebagai langkah inovatif, sebenarnya model permainan semacam ini (baik di dalam ataupun di luar kelas) juga sangat mungkin diterapkan untuk mata pelajaran lain di luar Fisika, tentunya dengan berbagai variasi dan modifikasi yang disesuaikan dengan nuansa pelajaran masing-masing. Penulis juga sadar bahwa model permainan ini mungkin dinilai kurang begitu efektif. Tetapi sebagai bentuk kreasi variasi pembelajaran dan media menanamkan nilai-nilai pendidikan, barangkali tidak ada jeleknya untuk dicoba…..sebagai metode alternatif. Paling tidak sebagai salah satu bentuk usaha kita sebagai pendidik dalam kerangka motivation training bagi anak didik kita.

Sebagai sumber inspirasi variasi permainan ada baiknya memiliki buku semacam Creativity games-Adi Soenarno, Team Building-Adi Soenarno, 40 latihan & Training Games Islami-Muhammad Irsan ataupun sumber lain yang relevan, seperti banyak kita temukan di internet misalnya.
Kalau semua guru di Indonesia mau melakukan sedikit saja perubahan kearah yang lebih baik, maka perubahan luar biasa pasti akan terjadi di bumi pertiwi ini dan bisa kita nikmati pada generasi mendatang.
Semoga…..

…..Selamat Berkarya untuk anak negeri….
Sekecil apapun karya kita semoga menjadi amal
Siiippp…!!!??

<i>Rumah Belajar Fisika</i>

Rumah Belajar Fisika

By: Drs. I. Abdul Syukur
SMA Negeri 1 Nganjuk

7 Tanggapan to “Permainan & Ekspresi Seni Dalam Fisika”

  1. Fisika memang asyik. Apalagi kalau yang ngajar Pak Imam.

    Ayo pak jangan pernah berhenti berbagi.

    Selamat berjuang.

  2. boleh tau pak prosedur permainan bagaimana… untuk materi gaya bagaimana? referensinya apa?…
    trim’s

  3. sipPz… siapapun yg mengajar fisika, asal mengajar dengan sepenuh hati… pastilah fun… indahnya berbagi… ni lagi ngembangkan joyful physics by fun game learning n cooperative learning.. BERSAMA KITA BISA…

  4. detilnya mungkin bisa sharing lebih intens.. secara garis besar sintaksx ya : class presentation, team work, game motivation, quiz, team n individual rekognition
    contoh untuk materi gaya bisa d lihat di FB imam asyk da video sedikit. selamat berkarya n sukses… sipPz..

  5. bagus bngt tu, tp ni sy msh peljar, gmn y biar bs membuat seni dlm fsika yg bs d presentasikan, msalnya nyanyi or gmbar brdsarkan mtri fisika.tp sy pngn bkin sstu yg bebeda.kra2 apa y

  6. mantep,, saya jadiin referensi yaa
    o.iy jangan lupa mampir k blog ane gan http://thatiscallphysics.blogspot.com

  7. […] : Penerbit Alfabeta Syukur, Ahmad. (2009). “Permainan & Ekspresi Seni Dalam Fisika” dalam http://imamasyk.wordpress.com/2009/01/02/permainan-ekspresi-seni-dalam-fisika/ diakses tanggal 27 November […]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: